LAPAS MUARA ENIM OPTIMIS RAIH PREDIKAT WBBM, USAI STUDY TIRU DI LAPAS MALANG

Humas_Lanim. Dibawah komando Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Ajub Suratman turut didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Alfi Zahrin. Jajaran Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pemasyarakatan Kanwil Sumsel melaksanakan Study Tiru ke Lapas Kelas I Malang dan Lapas Perempuan Malang. (Senin, 28 September 2020)

Terpantau Pejabat Administrator Divisi PAS Kanwil Sumsel, Kalapas Muara Enim, Herdianto Karutan Baturaja, Royhan, Karutan Prabumulih, Reza dan Ka.UPT PAS Lainnya ikut dalam Study Tiru tersebut.

Dilansir dari sumsel.kemenkumham.go.id Rombongan Kakanwil Sumsel yang didampingi Kakanwil Jatim Krismono menuju Lapas Kelas I Malang yang terletak di Kecamatan Belimbing Kelurahan Bunul Rejo, Jawa Timur.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang Agung Krisna menyambut langsung kehadiran Kakanwil Sumsel dan rombongan, ia mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas dipilihnya lokasi Lapas Malang untuk dijadikan tempat studi tiru Zona Integritas WBK/WBBM.

“Pegawai Lapas Kelas I Malang sebanyak 209 orang, sedangkan Warga Binaan kami sebanyak 2959 orang”, ungkap Agung Krisna kepada rombongan Kanwil sumsel dalam memaparkan profil Lapas Kelas I Malang.

Disampaikan oleh Agung Krisna dalam sambutannya, Ia menjelaskan kiat kiat bagaimana langkah yang ditempuh dalam membuat inovasi dibidang pelayanan yang berbasis IT dan menciptakan pelayanan prima dalam meraih predikat WBK. Ditekankan oleh Agung, setelah melakukan perubahan, publikasi di sosial media pun tidak kalah penting dalam rangka membentuk opini publik yang positif.

“Pastikan semua pegawai terutama yang menjadi Garda terdepan untuk memberikan pelayanan yang maksimal, sesuai SOP. Selain itu, peran Tim Humas yang selalu optimal sebagai ujung tombak dalam membuat citra positif instansi”, ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Sumsel Ajub Suratman pada kesempatan tersebut menyampaikan alasannya memilih Lapas Kelas I Malang sebagai tempat Studi Tiru.

Menurut Kakanwil Sumsel, Lapas Kelas I Malang merupakan salah satu Satuan Kerja yang sudah mengantongi predikat sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada 2019, dan pada 2020 ini Lapas Kelas I Malang sedang gencar melakukan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersi dan Melayani (WBBM).

Selain itu, salah satu inovasi yang patut ditiru dari Lapas Kelas I Malang yakni pembangunan Sarana Asimilasi, dan Edukasi (SAE), di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. SAE merupakan sarana pembinaan bagi warga binaan yang dibangun oleh Warga Binaan Lapas Kelas I Malang itu sendiri setelah memperoleh pelatihan keahlian dalam menunjang proses pembangunan, seperti pelatihan konstruksi, dan pertukangan. SAE sendiri baru saja diresmikan pada (16/9/2020) lalu, oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly.

“Saya tahu persis perjalanan kerja Kalapas Malang ini, sejak beliau menjadi Kalapas di Batam, di Cibinong, serta terobosan-terobosan beliau ini sangat luar biasa, sehingga ini patut untuk di tiru”, ungkapnya.

Kakanwil mengingatkan tuntutan kedepan bahwa setiap satuan kerja wajib WBK dan WBBM. “Kita tidak boleh tertinggal, kalau mau mendapatkan sesuatu yang istimewa atau excelent, kita harus kerja lebih keras, lebih keras lagi, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, tidak perlu banyak alasan dalam bekerja, buktikan kepada masyarakat kita mampu berbuat”, tuturnya.

Dihubungi seusai kegiatan, Kalapas Muara Enim, Herdianto mengatakan bahwa banyak hal yang didapatkan dalam pelaksanaan Study Tiru di Lapas kelas I Malang dan Lapas Perempuan Malang.

“Sebagaimana diketahui bahwa kedua UPT ini merupakan Satker yang telah meraih Predikat WBK / WBBM (Lapas Perempuan Malang) . Tentu Inovasi-inovasi Layanan yang ada di Lapas Malang dan di LPP Malang dapat menjadi bahan Refrensi bagi Lapas Muara Enim” Imbuhnya

“Dengan Komitmen yang kuat dan hati yang tulus dalam melayani, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim Optimis bisa meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)” Ucap Herdianto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *