Lapas Muara Enim Gelar FGD RUU Pemasyarakatan bersama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Serasan Muara Enim

Humas_Lanim. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Rancangan Undang-Undang (RUU), Pemasyarakatan (Rabu, 25 September 2019).

FGD ini berlangsung di aula Lapas Muara Enim yang dihadiri seluruh petugas Lapas Muara Enim dan Dosen serta Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Serasan, Muara Enim.

Isi penghuni Lapas kelas llB Muara Enim saat ini berjumlah 1114 orang dan kapasitasnya sebayak 482 orang.

Kepala Lapas kelas llB Muara Enim Hidayat Amd.IP. SH.MM mengucapkan terima kasih kepada dosen dan para Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Serasan yang hadir pada hari ini dalam acara FGD RUU Pemasyarakatan.

“RUU Pemasyarakatan ini sudah melalui proses dan pembahasan yang sangat panjang serta telah melibatkan tim ahli” tukas Hidayat.

“RUU Pemasyarakatan ini lebih komprehensif dan detail dalam menjelaskan pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan” Lanjutnya.

Hidayat menegaskan bahwa dengan adanya FGD ini, kami berharap kita bisa sama sama memahami bahwa makna sebenarnya dari RUU ini adalah untuk mengatur Sistem Pemasyarakatan yang lebih humanis tanpa mengurangi penghilangan kemerdekaan dari para Narapidana serta menjadi panduan dalam mengimplementasikan Pelayanan Integrasi seperti PB,CB,CMB yang lebih efektif dan objektif.

“Isu yang berkembang saat ini bukanlah hal yang sebagaimana di maksud pada RUU Pemasyarakatan. Seperti halnya adanya Pasal Rekreasional, yang dimaksud rekreasional disini adalah proses pembinaan yang mana warga binaan melakkukan kegiatan kegiatan positif, antara lain Olah raga, olah keterampilan, olah Kesenian, dll. Jelas Hidayat.

Pada FGD kali ini mengundang narasumber Dr.Hj. Shinta Paramitha, SH, M.Hum dan Firmansyah, SH, MH  dosen dari STIH Serasan.

FGD ini berjalan dengan sangat apik dan di selimuti antusiasme dari para Aktivis Mahasiswa Serasan.

Firmansyah.SH.MH selaku nara sumber kedua menyampaikan, Lapas saat ini telah menjadi pengayom masyarakat, jika dibandingkan dengan dulu yang mana dulu paradigma dari Lapas bersifat retributif yang menekankan konsep penderitaan terhadap tindak pidana. Namun Paradigma itu telah berubah menjadi restoratif yaitu menekankan pada proses pembinaan dan Reintegrasi Sosial.

Diakhir kegiatan didapati sebuah kesepahaman dan menghasilkan sebuah pernyataan dukungan terhadap RUU Pemasyarakatan untuk menjadi Undang Undang dari Civitas Akademika STIH Serasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *